
Ketua Prodi PBA UIN Ar-Raniry Menjadi Narasumber Workshop Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal BTQ di Aceh Barat
Meulaboh, 5 Agustus 2026* – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Barat menyelenggarakan Pelatihan dan Workshop Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Bidang Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) yang berlangsung pada 5–6 Agustus 2026 di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Meulaboh. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, pengawas, serta guru sebagai upaya memperkuat implementasi kurikulum muatan lokal yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Aceh Barat.
Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Tarmizi Ninoersy, S.Pd.I., M.Ed, akademisi dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang memberikan materi mengenai penyusunan *Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)* pada Kurikulum Muatan Lokal Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ). Dalam paparannya, Dr. Tarmizi menekankan bahwa penyusunan kurikulum BTQ harus berorientasi pada penguatan kompetensi peserta didik, selaras dengan kebijakan kurikulum nasional, serta tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh.
Menurutnya, kurikulum muatan lokal BTQ tidak hanya berfungsi meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membentuk karakter religius, akhlak mulia, serta budaya literasi Al-Qur'an di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, penyusunan dokumen kurikulum harus dilakukan secara sistematis, terukur, implementatif, dan mudah diterapkan oleh guru di setiap jenjang pendidikan dasar.
Ketua MPD Aceh Barat, Drs. Adami Umar, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan daerah melalui penyusunan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Aceh serta Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ). Ia menegaskan bahwa muatan lokal merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda melalui sistem pendidikan yang berkualitas. Karena itu, penyusunan kurikulum dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan akademisi, praktisi pendidikan, pengawas, dan guru sebagai pelaksana utama di sekolah.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, demonstrasi penyusunan CP, TP, dan ATP, penyelarasan dengan kurikulum nasional, hingga perumusan strategi implementasi pembelajaran BTQ yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di Aceh Barat. Kegiatan berlangsung interaktif dengan semangat kolaborasi dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen kurikulum.
Melalui workshop ini, MPD Aceh Barat berharap lahir dokumen Kurikulum Muatan Lokal BTQ yang berkualitas, aplikatif, dan mampu menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam melahirkan generasi Aceh Barat yang berkarakter Islami, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur'an, serta memiliki kemampuan literasi Al-Qur'an yang baik. Sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, praktisi pendidikan, dan komunitas guru diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan Aceh yang unggul, religius, dan berdaya saing.
